Mengenal Sejarah Asuransi di Dunia dan Indonesia

Dalam rangka memperingati Hari Asuransi yang jatuh pada 18 Oktober, yuk kita melihat sejarah di balik kehadiran asuransi baik di dunia dan di Indonesia.

Asuransi yang kita kenal hari ini sangat berguna sebagai sarana mengelola risiko. Dengan memiliki asuransi, kita memindahkan risiko finansial atau kerugian yang seharusnya kita tanggung jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, ke perusahaan asuransi. Dalam rangka memperingati Hari Asuransi yang jatuh pada 18 Oktober, yuk kita melihat sejarah di balik kehadiran asuransi baik di dunia dan di Indonesia.

Di dunia

1750 SM

Investopedia mencatat, pada tahun ini ditemukan hukum Kode Hammurabi yang diciptakan oleh Raja Hammurabi dari Babilonia (sekarang Irak). Salah satu aturan yang diatur dalam Kode Hammurabi adalah kewajiban bagi para pedagang yang membeli barang dengan pinjaman dan mengangkutnya dengan kapal perlu membayar sejumlah ekstra dana sebagai garansi bahwa pinjamannya akan batal jika kapalnya dicuri. Ini diyakini menjadi cikal bakal asuransi.

600 SM

Sekitar 600 SM, orang Yunani dan Romawi membuat asuransi jiwa dan kesehatan pertama. Produk ini memberikan perawatan bagi keluarga yang ditinggalkan jika pencari nafkah meninggal.

1200

Pada abad ke-12 di Anatolia, sejenis asuransi negara diperkenalkan. Dengan adanya asuransi ini, jika pedagang dirampok di daerah tersebut, maka kas negara akan mengganti kerugian pedagang.

1347

Polis asuransi mandiri yang tidak terikat kontrak atau pinjaman muncul di Genoa pada abad ke-14. Polis asuransi untuk pertama kalinya ditemukan di tahun 1347. Pada abad berikutnya, asuransi maritim mandiri dibentuk. Pemisahan asuransi dari kontrak dan pinjaman merupakan suatu perubahan besar yang mempengaruhi asuransi di tahun-tahun berikutnya.

1666

Di abad ke-17, kebakaran adalah ancaman konstan di Inggris. Pada tahun 1666, terjadi kebakaran hebat di London yang menghancurkan lebih dari 13.000 rumah dan puluhan gereja selama lima hari. Dari peristiwa tersebut, seorang dokter, ekonom, sekaligus kontraktor Nicholas Barbon menciptakan asuransi kebakaran. Dia mendirikan perusahaan asuransi kebakaran rumah pertama di dunia.

1732

Di AS, perusahaan asuransi pertama berdiri pada 1732 di Carolina Selatan dan menawarkan perlindungan kebakaran. Pada tahun 1800-an, perusahaan asuransi kebakaran berevolusi memasukkan asuransi jiwa dan beberapa pertanggungan lainnya.

 

Di Indonesia

1843

Menurut buku History of Insurance in Indonesia seperti dikutip Historia, Januari 2020, perusahaan asuransi pertama di Indonesia didirikan oleh warga Belanda bernama Bataviaasche Zee en Brand-Assurantie Maatschappij yang didirikan pada 18 Januari 1843 di Kali Besar Timur, Jakarta.

Setelah itu, lahir beberapa perusahaan asuransi lainnya yang menginduk pada perusahaan asuransi di Belanda, seperti misalnya NV Handel, Industrrie en Landbouw Maatschappij Tiedeman & van Kerchem and Escompto Bank, dan Nederlansch Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ). Namun, semua perusahaan asuransi-asuransi di Indonesia pada zaman itu hanya menargetkan orang Belanda.

1912

RW Dwidjosewojo, seorang anggota Boedi Ooetomo cabang Yogyakarta, kemudian mempelajari NILLMIJ. Lalu Dwidjosewojo bersama M Karto Hadi Soebroto dan M Adimidjojo mendirikan perusahaan asuransi yang menyasar pasar orang Indonesia bernama Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB (OL Mij PGHB) pada 12 Februari 1912.

Cermati pada Mei 2017 mencatat OL Mij PGHB ini kemudian beralih nama menjadi OL Mij Boemi Poetra (1912), dan sekarang dikenal dengan nama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera.

Pasca 1945

Beberapa perusahaan asuransi milik Belanda dinasionalisasikan, termasuk NV Assurantie Maatschappij de Nederlandern dan Bloom Vander EE menjadi PT Asuransi Bendasraya dan perusahaan asuransi De Nederlanden Van (1845) menjadi PT Asuransi Jiwasraya.

1980-an

Di era ini, hadir perusahaan-perusahaan asuransi modern di Indonesia, seperti Allianz dan perusahaan asuransi nasional maupun joint venture.

 

Sejarah lahirnya Hari Asuransi

Dikutip dari Dewan Asuransi Indonesia (DAI), inisiatif melahirkan Hari Asuransi atau Insurance Day pertama kali muncul pada konferensi anggota-anggota East Asian Insurance Congress (EAIC) tahun 2006 di Brunei Darussalam. Dari pertemuan tersebut, para anggota EAIC sepakat menjadikan 18 Oktober sebagai Hari Asuransi.

Nah, di Indonesia, panitia Hari Asuransi terdiri dari enam asosiasi anggota DAI yaitu Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi dan Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi (APPARINDO), dan Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI).

Industri asuransi berharap, peringatan Hari Asuransi akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi, memperbaiki citra industri asuransi, serta masyarakat bisa merasakan manfaat keberadaan industri asuransi di tengah-tengah mereka.

Perkembangan asuransi di Indonesia saat ini

Berangkat dari perjalanan panjang di atas, dunia modern kini mengenal tiga jenis asuransi yakni asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi umum. Meski produk asuransi sudah dikenal luas sebagai salah satu sarana mengelola risiko, namun masyarakat Indonesia belum banyak yang memanfaatkan asuransi.

Ini bisa dilihat dari tingkat penetrasi asuransi di Tanah Air yang masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti dikutip Bisnis Indonesia pada September 2020 mencatat, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia hingga Juli 2020 lalu hanya mencapai 1,1%. Sementara OJK mencatat hingga 2018 lalu, tingkat penetrasi seluruh asuransi di Indonesia hanya mencapai 2,7%. Jumlah ini jauh lebih rendah dari negara tetangga Singapura yang berada di kisaran 6%-7%. Tingkat literasi masyarakat akan asuransi yang masih rendah menjadi penyebab penetrasi yang masih minim ini.

Tekanan ekonomi di masa pandemi virus corona saat ini pun membuat industri asuransi menghadapi sejumlah tantangan. OJK seperti dikutip CNN Indonesia menunjukkan, pertumbuhan premi asuransi jiwa pada kuartal II 2020 sempat turun 10%, sementara premi asuransi umum dan reasuransi di periode yang sama juga mengalami hal serupa. Meski menghadapi sejumlah tantangan, OJK memprediksi hal ini hanya bersifat sementara. Artinya, penetrasi yang rendah masih membuka ruang yang cukup lebar bagi industri asuransi di Indonesia untuk berkembang.

 

Sumber: blog Allianz Indonesia

Liem Lie Sia

Liem Lie Sia

Siapa yg belum tahu Irwan? Orang yg sangat menyenangkan dan buat hidup jadi berwarna. Aku telah mengenalnya lebih dari 20 tahun. Semua orang yang bergaul dengannya pasti menyayanginnya karena dia sangat peduli, pintar bercerita, lucu, penyayang, penuh perhatian dan masih banyak kwalitas leadership yg dimilikinya. Tidak heran grup yg dipimpinnya terus berkembang dan solid. Keinginan yg mau terus maju dan menguasai komunikasi, juga penuh dengan ide yang membuat Irwan berhasil di bisnis ini. Sangat beruntung bagi orang yang bergabung utk menjalankan bisnis bersama dia. Terus maju dan semakin berkembang dengan luar biasa ya Wan.

MDiT 22
5/5

MDRT (16), COT (6) – Lifetime Member

Bersama Allianz Jadi #PunyaPower

allianz punya power

Yuk kita bareng-bareng #lawanCovid19 dengan tenang.

Tetap jaga imun tubuh dan olahraga setiap hari ya… Biar selalu #punyapower untuk #cehagcorona.

Selain itu kita harus tetap punya perlindungan, Teman Allianz. Pilih aja HSCPX! Karena memberikan santunan harian khusus nasabah yang terinfeksi virus corona sesuai ketentuan yang berlaku. Oh iya, bisa dapat santunannya hingga Rp. 1,2jt per hari loh…!!

#janganpanik dan tetap tenang ya teman Allianz!!

#allianz #allianzindonesia #socialdistancing #lawancovid19 #jagajarak #cegahcorona

Imbauan Asuransi Perjalanan Terkait Pandemi COVID-19

Pada tanggal 7 Januari 2020, pemerintah Tiongkok mengidentifikasi wabah Novel Coronavirus (COVID-19) tipe baru di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang telah menimbulkan korban jiwa. Sejak wabah COVID-19 tersebut teridentifikasi, pemerintah Tiongkok telah menutup semua penerbangan ke luar serta transportasi publik dari Kota Wuhan. Di samping itu, pemerintah juga mengkarantina kota-kota lain di Provinsi Hubei dan menghentikan layanan transportasi publik di kota-kota tersebut.

Pada 30 Januari 2020, World Health Organization (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Pada 11 Maret 2020, WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, merujuk ke lebih dari 118.000 kasus penyakit COVID-19 di lebih dari 110 negara dan wilayah di seluruh dunia dan risiko berkelanjutan dari penyebaran global lebih lanjut.

Kami mengimbau bagi siapa pun yang melakukan perjalanan untuk selalu waspada dan terus memantau media lokal serta layanan darurat, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Luar Negeri, serta situs-situs web terkait. Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan larangan perjalanan resmi untuk warga negara yang hendak mengunjungi Provinsi Hubei, Tiongkok. Selain larangan perjalanan, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan imbauan perjalanan bagi mereka yang hendak mengunjungi wilayah lain di Tiongkok, serta mengumumkan pembatasan perjalanan untuk orang-orang dengan sejarah perjalanan dari wilayah yang terdampak COVID-19 yaitu Iran, Korea Selatan, dan Italia di tengah lonjakan signifikan kasus COVID-19 secara global.

 

Jika saat ini Anda sedang melakukan perjalanan:

Sebagai penyedia layanan bantuan dan asuransi, merupakan prioritas kami untuk selalu melakukan upaya terbaik demi membantu nasabah kami.

  • Harap dahulukan keselamatan Anda dan patuhi anjuran dari pemerintah setempat.
  • Jika Anda terjangkit COVID-19 yang berasal dari Hubei, Tiongkok dan memerlukan bantuan medis, harap hubungi tim Bantuan Darurat kami di +65 6535 5833 atau pusat panggilan kami di Allianz Care 1500136.
  • Jika agenda perjalanan Anda terdampak oleh kejadian ini, kami menganjurkan Anda untuk segera menghubungi agen atau penyedia perjalanan demi mencari opsi terbaik untuk mengubah agenda perjalanan Anda. Beberapa penyedia perjalanan mungkin memiliki opsi bebas penalti untuk mengubah agenda perjalanan Anda.
  • Jika Anda telah melakukan pemesanan perjalanan dan agenda tersebut terdampak oleh kejadian ini, dan Anda memiliki Polis asuransi perjalanan yang memberikan pertanggungan atas penundaan perjalanan, pembatalan perjalanan, dan perubahan agenda perjalanan, Anda dapat mengajukan klaim atas biaya perjalanan dan akomodasi tambahan yang Anda keluarkan. Pastikan Anda menyimpan semua tanda terima dan bukti pembelian untuk dilampirkan ketika mengajukan klaim.
  • Pelajari polis untuk mengetahui syarat, ketentuan, batasan, dan pengecualian yang berlaku.
  • Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai manfaat polis Anda, silakan hubungi Pusat Panggilan Allianz Care kami di 1500136.
  • Selalu ikuti informasi terbaru dari penyedia perjalanan Anda dengan mengunjungi situs web mereka.
  • Selalu pantau media dan sumber-sumber lain untuk mengetahui risiko keamanan baru yang mungkin timbul.

 

Jika Anda belum melakukan perjalanan:

  • Jika Anda telah melakukan pemesanan perjalanan dan agenda perjalanan tersebut dibatalkan, ditunda, atau dijadwalkan ulang sebagai dampak dari merebaknya COVID-19, dan Anda memiliki polis asuransi perjalanan yang memberikan pertanggungan atas penundaan perjalanan, pembatalan perjalanan, dan perubahan agenda perjalanan, Anda dapat mengajukan klaim atas pembatalan atau perubahan agenda perjalanan Anda (mana saja yang biayanya lebih rendah). Pelajari Polis untuk mengetahui syarat, ketentuan, batasan, dan pengecualian yang berlaku.
  • Kami menganjurkan Anda untuk menghubungi agen atau penyedia perjalanan Anda demi mencari opsi terbaik untuk mengubah agenda perjalanan Anda. Beberapa penyedia perjalanan mungkin memiliki opsi bebas penalti untuk mengubah agenda perjalanan Anda. Untuk informasi selengkapnya, silakan hubungi penyedia perjalanan Anda. Hubungi Pusat Panggilan Allianz Care di 1500136 untuk informasi lebih lanjut seputar hak-hak polis Anda.

 

Pertanggungan polis Asuransi Perjalanan Allianz (Single Trip)

Jika Anda membuat polis asuransi setelah tanggal 16 Maret 2020, kami menganggap Anda telah mengetahui kondisi yang ada dan bahwa ini dianggap sebagai kondisi yang telah diketahui oleh publik merujuk pada Awareness of Circumstances dalam Pengecualian Umum. Kondisi ini berlaku pada polis asuransi perjalanan yang memiliki pengecualian Awareness of Circumstances dalam Pengecualian Umum. Karenanya, untuk kebijakan ini, klaim yang timbul karena COVID-19 (misalnya, penundaan penerbangan atau pembatalan, biaya perawatan medis, dll) tidak akan ditanggung. Kami menyarankan Anda untuk mempertimbangkan dengan cermat kondisi ini sebelum membeli asuransi perjalanan.

 

Pertanggungan polis Asuransi Perjalanan Allianz (Annual)

Jika Anda membuat travel arrangement setelah tanggal 16 Maret 2020, kami menganggap Anda telah mengetahui kondisi yang ada dan bahwa ini dianggap sebagai kondisi yang telah diketahui oleh publik merujuk pada Awareness of Circumstances dalam Pengecualian Umum. Kondisi ini berlaku pada polis asuransi perjalanan yang memiliki pengecualian Awareness of Circumstances dalam Pengecualian Umum. Karenanya, untuk kebijakan ini, klaim yang timbul karena COVID-19 (misalnya, penundaan penerbangan atau pembatalan, biaya perawatan medis, dll) tidak akan ditanggung.  Kami menyarankan Anda untuk mempertimbangkan kondisi ini sebelum membuat travel arrangement berdasarkan kebijakan perjalanan yang ada.

Pertanggungan dan manfaat polis bervariasi sesuai keadaan masing-masing individu. Kami menganjurkan siapa saja yang melakukan perjalanan untuk membaca ketentuan Polis asuransi perjalanan guna mengetahui pertanggungan yang diberikan serta batasan dan pengecualian yang berlaku. Pengecualian umum untuk kerugian yang timbul dari epidemi dan/atau pandemi dapat berlaku.

 

Pusat Layanan AllianzCare:

Ingin Hasil Maksimal Dalam Investasi yang Aman? Baca Dulu Tips Ini!

investasi aman 2020

Untuk kamu yang menginginkan hasil maksimal dari investasi dan berani berani mengambil risiko, kamu bisa digolongkan ke dalam profil risiko agresifDi profil risiko ini, pengelolaan investasi dengan benar sangat penting, mengapa?

Hasil investasi yang besar menuntut alokasi dana dan risiko yang tidak kecil. Jangan sampai nantinya mengalami banyak kerugian dari apa yang sudah dikeluarkan. Perlu perhitungan yang matang dan kondisi ekonomi yang stabil. Berinvestasi secara agresif sebaiknya juga dilakukan di waktu muda, karena toleransi terhadap risiko lebih besar dengan tanggungan yang minim.

Sebelum berinvestasi, kamu bisa menghitung dulu banyaknya dana yang akan dialokasikan. Untuk investasi, kamu bisa menyisihkan 10% dari pemasukan. Kemudian, kamu bisa menggunakan rumus (100 – umur) untuk menentukan berapa besar alokasi yang bisa ditempatkan pada instrument yang agresif seperti saham. Misalnya, jika kamu berumur 25 tahun, kamu bisa memakai 75% dari alokasi dana untuk berinvestasi pada instrumen saham (100 – 25 = 75).

Dengan angka yang cukup besar, kamu bisa mengambil instrumen yang memiliki nilai fluktuasi tinggi, seperti saham. Kamu juga bisa menggabungkannya dengan mencampur investasi saham bersama obligasi atau deposito agar lebih aman dan terukur risikonya.

Ketika kamu mulai berinvestasi di saham, jangan lupa lihat juga market update untuk mempertimbangkan mana investasi yang paling menguntungkan.

Selamat berinvestasi 😉

Mari Bersatu Melawan Covid-19

covid 19 allianz

#PunyaPower Bersama Allianz

Allianz punya banyak banget cara buat bikin kamu punya power.

Bahkan di saat harus menjaga social distance, kami punya solusinya.

#PunyaPowerBersamaAllianz

Biaya perawatan Nasabah yang terdiagnosa COVID-19 ditanggung Allianz Life Indonesia, kecuali jika perawatannya ditanggung oleh Negara.

  • Manfaat Asuransi Kesehatan jika tindakan medis yang dilakukan terbukti dibutuhkan secara medis & direkomendasikan oleh dokter.
  • Bagi Nasabah dengan Manfaat Santunan Harian Rawat Inap
    (Hospital Cash Plan/Daily Cash), dapat mengajukannya, dengan melengkapi
    dokumen yang ditentukan.

Manfaat Asuransi Kesehatan Allianz mencakup penyakit berkategori pandemic.

Yuk, baca lagi syarat & ketentuan dalam polis agar lebih paham isi polismu.

 

Beli Polis ALLIANZ Sekarang Agar Tetap Merasa Aman

  • Tidak ada masa tunggu 30 hari untuk perawatan akibat terinfeksi COVID-19.
  • Perpanjangan masa pengajuan klaim reimbursement hingga 120 hari dari tanggal kejadian.

Jaga Diri Biar Sehat

Rutin cuci tangan, gunakan hand sanitizer, & minum vitamin.

Kamu dapat membelinya melalui aplikasi Halodoc, sehingga tidak perlu keluar rumah.

Setiap nasabah, nikmati diskon Rp20 ribu* dari minimal pembelian Rp50 ribu dengan memasukkan kode kupon ALLIANZHALODOC setelah kepesertaan Asuransi Allianz terhubung pada aplikasi Halodoc.

*) Untuk 1.000 orang pertama & gratis ongkos kirim.

Allianz Smart Point (ASP) Special Offer

Mulai dari 20 Maret 2020, nasabah bisa menukarkan 200 ASP poinnya dengan voucher belanja di aplikasi Halodoc senilai Rp100 ribu*.

*) – Untuk 1.000 orang pertama & gratis ongkos kirim.

– Voucher tidak dapat digunakan bersamaan dengan promosi ALLIANZHALODOC.

 

Jika merasa kurang sehat, bisa tanya dokter online via Halodoc.

Gratis!

Info lebih lanjut:

www.allianz.co.id/teleconsultation

Ketahui seberapa besar risikomu terpapar COVID-19 dengan klik http://bit.ly/allianzXhalodoc.

Bisa Semua Sendiri, Cuma Modal Kuota Internet

Akses Allianz eAZy Connect di www.allianz.co.id/eazyconnect

Kamu bisa ngapain aja sih?

  • Klaim asuransi kesehatan.
  • Informasi manfaat polis.
  • Unduh laporan bulanan & transaksi polis.
  • Perubahan penerima manfaat & cara bayar.
  • Informasi nilai investasi.
  • Top-up dana investasi, fund switching dan apportionment.

Benefit Terkait COVID-19*

Allianz memberi 50% tambahan Uang Pertanggungan Jiwa polis dasar
per Tertanggung (apabila memiliki lebih dari 1 polis, maka berlaku total
per Tertanggung) maksimal Rp250 juta, jika tutup usia karena COVID-19*.

  • Berlaku untuk seluruh tertanggung polis unit link dan tradisional (yang masih aktif).
  • Total tambahan Uang Pertanggungan yang dialokasikan oleh Allianz adalah hingga Rp10 miliar. Seluruh manfaat tambahan pembayaran akan dibayarkan sepanjang alokasi dana tersedia.
  • Berlaku untuk tanggal tutup usia yang terjadi mulai 18 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Mei 2020 dan dokumen klaim diterima secara lengkap oleh Allianz paling lambat 120 hari sejak tanggal tutup usia terjadi.

 

SAKIT TENANG, SEHAT SENANG
#PunyaPower Bersama Allianz

allianz-irwan poerwoko